Monday, July 17, 2023

Download Contoh Format Asesmen Diagnostik Jenjang SD, SMP, SMA dan SMK


Mengawali tahun ajaran 2023/2024, ada dua tahapan penting yang harus dilakukan Bapak dan Ibu Guru dalam menjalankan Implementasi Kurikulum Merdeka yakni: pertama, asesmen di awal pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, hal apa yang harus ditingkatkan, sehingga kegiatan pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik. Hasil asesmen ini akan digunakan sekolah dan guru sebagai rujukan dalam merencanakan pembelajaran sesuai tahap capaian dan karakteristik peserta terlebih di tengah memasuki kegiatan di tahun ajaran barau. 

Kedua, praktik pembelajaran berdiferensiasi untuk memastikan pembelajaran yang seusai dengan kebutuhan peserta didik. 

Asesmen di awal pembelajaran
Asesmen di awal pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan peserta didik untuk mempelajari materi  ajar dan mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Asesmen ini termasuk dalam kategori asesmen formatif karena ditujukan untuk kebutuhan guru dalam merancang pembelajaran, tidak untuk keperluan penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaporkan dalam rapor.


Salah satu asesmen berdasarkan waktu asesmen yang dilakukan di awal pembelajaran adalah asesmen diagnostik. Tujuan asesmen diagnostik adalah mendiagnosis kemampuan dasar peserta didik dan mengetahui kondisi awal peserta didik. Ada dua asesmen diagnostik, yaitu:
  • kognitif
  • non-kognitif
Asesmen diagnosis non-kognitif
Asesmen diagnosis non-kognitif adalah mencakup diagnosis dengan latar belakang peserta didik, seperti aktivitas belajar peserta didik selama belajar di rumah, kondisi keluarga, gaya belajar, minat hingga kesejahteraan psikologis dan emosional peserta didik. 

Apa saja yang dilakukan pendidik dalam kegiatan asesmen diagnosis non kognitif? 
Persiapan 
1. Siapkan alat bantu berupa gambar ekspresi emosi
2. Buat daftar pertanyaan kunci, seperti: 
  • Apa saja kegiatan yang kamu lakukan selama Belajar dari Rumah?
  • Hal apa yang paling menyenangkan dan tidak menyenangkan?
  • Apa harapan kamu
Pelaksanaan
1. Berikan gambar emosi ke peserta didik
2. Minta peserta didik mengekspresikan perasaannya selama belajar di rumah, dengan bercerita, membuat tulisan atau menggambar.

Tindak Lanjut
1. Identifikasi peserta didik dengan ekspresi emosi negatif dan ajak berdiskusi empat mata.
2. Menentukan tindak lanjut dan mengkomunikasikan dengan peserta didik serta orang tua bila diperlukan.
3. Ulangi pelaksanaan asesmen non-kognitif pada awal pembelajaran.


Asesmen Kognitif
Tujuan asesmen kognitif untuk mengetahui capaian kompetensi peserta didik, menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata peserta didik, dan memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan kepada peserta didik yang kompetensinya di bawah rata-rata.

Persiapan
1. Buat jadwal pelaksanaan asesmen
2. Identifikasi materi asesmen berdasarkan penyederhanaan kompetensi dasar yang disediakan oleh pemeritah.
3. Susun pertanyaan sederhana yang meliputi:
  • 2 pertanyaan sesuai kelasnya, dengan topik capaian pembelajaran baru
  • 6 pertanyaan dengan topik satu kelas di bawah
  • 2 pertanyaan dengan topik dua kelas di bawah
Berikut ini guruberto.com bagikan contoh format rancangan asesmen diagnostik yang terdiri dari asesmen diagnostik kognitif dan asesmen kognitif


Pelaksanaan
Berikan asesmen untuk semua peserta didik di kelas, baik yang belajar tatap muka di sekolah maupun yang belajar di rumah. 

Tindak Lanjut
1. Lakukan pengolahan hasil asesmen
  • Buat penilaian dengan kategori "Paham utuh", "Paham sebagian", dan "Tidak paham"
  • Hitung rata-rata kelas
2. Bagi peserta didik menjadi tiga kelompok:
  • Peserta didik dengan nilai rata-rata kelas akan mengikuti pembelajaran dengan alur tujuan pembelajaran sesuai fasenya.
  • Peserta didik dengan nilai di bawah rata-rata mengikuti pembelajaran dengan diberikan pendampingan pada kompetensi yang belum terpenuhi.
  • Peserta didik dengan nilai di atas rata-rata mengikuti pembelajaran dengan pengayaan.
3. Lakukan penilaian pembelajaran topik yang sudah diajarkan sebelum memulai topik pembelajaran baru, untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan rata-rata kemampuan siswa.
4. Ulangi proses diagnosis ini dengan melakukan asesmen formatif (dengan bentuk dan strategi yang variatif), sampai peserta didik mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan.


EmoticonEmoticon