Monday, September 20, 2021

Soal PPPK Guru Kelas Sesuai Materi Terbaru Seleksi Kompetensi Tahap 1

PPPK Guru Kelas (PGSD)

Dear calon PPPK Guru Kelas, pada kesempatan ini guruberto.com akan membagikan soal PPPK Guru Kelas sesuai materi terbaru seleksi kompetensi tahap 1. Semoga soal-soal ini bermanfaat bagi bagi Bapak, Ibu Guru Kelas yang merasa bahwa soal pada modul-modul PPPK Guru yang selama ini dipelajari tidak muncul pada seleksi kompetensi tahap 1. 

1. Jika ada 32 siswa dan saat penilaian ternyata hasilnya 3 siswa tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Bagaimana cara guru memberikan remedial?

Hitung persentase siswa dengan rumus
Persentase siswa =  (jumlah siswa yang belum tuntas / jumlah seluruh siswa) × 100% 

Persentase siswa = (3 /32) × 100% = 9 %

Remedial dilakukan bila nilai indikator kurang dari nilai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM)
  • 0 - 20% dilakukan pembimbingan indvidu
  • 20 - 50% dilakukan pembimbingan kelompok
  • 50 - 100% dilakkukan pembelajaran ulang klasikal semua siswa. 
Pengayaan dilakukan bila tuntas lebih cepat  melalui belajar kelompok, belajar mandiri dan pemadatan kurikulum (pemberian hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik)

Perbaikan program  dan kegiatan dilakukan bila tidak efektif.

2. Daur hidup katak, bagaimana?

Daur hidup katak

Metamorfosis katak termasuk metamorfosis sempurna (dari bertelur menjadi larva dan menjadi hewan dewasa)
telur → berudu → berudu berkaki → katak berekor → katak dewasa

Kerena daur hidup katak berupa siklus, maka yang harus diperhatikan adalah alurnya harus maju. Misalnya, dewasa → telur → kecebong → katak muda, dan seterusnya

3. Kontribusi tumbuhan hijau sebagai hutan kota terkait dengan kelestarian alam
  • Menyediakan udara bersih (oksigen)
  • Berperan sebagai pengatur iklim
  • Menyediakan cadangan air
4. Cara memberikan penguatan pada siswa yang nilainya bagus adalah
Dalam teori belajar behavioristik, pemberian penguatan (reinforcement) adalah suatu respon positif dari guru kepada peserta didik yang telah melakukan suatu perbuatan yang baik atau berprestasi dalam interaksi belajar mengajar. Penguatan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
  • verbal, biasanya diungkapkan atau diutarakan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan, dan sebagianya. Komentar ungkapan, pujian yang terbentuk.
  • non-verbal, dilakukan tanpa ucapan, misalnya dengan mimik dan gerak tubuh, menghampiri siswa, sentuhan, dan kegiatan yang menyenangkan hati siswa.
Ketika menghadapi siswa yang menyampaikan pendapat yang kurang tepat atau tidak tepat tidak disalahkan secara kasar tetapi diberikan penguatan tak penuh, misalnya, "Jawabannmu sudah baik, tetapi masih kurang tepat". Selanjutnya, guru memita siswa yang lain untuk menyempurnakan atau menambahkan jawaban sehingga siswa tersebut mengetahui jawabannya tidak seluruhnya benar, namun juga tidak salah.

5. Pengaruh gaya
Gaya dapat mengubah bentuk dan posisi suatu benda. Ketika mendorong meja, gaya dorong yang diberikan membuat benda berpindah posisi atau 

Pada saat meremas tanah liat, gaya yang diberikan oleh tangan mengubah bentuk tanah liat. 

Selain itu, gaya juga mengubah arah gerak benda, misalnya ketika kita menyetir mobil dan menyelaraskan arah gerak mobil dengan keadaan jalan.

6. Bagian dalam dinamo sepeda (label)
a. Magnet
b. Tali kabel

Dinamo sepeda

Terjadi perubahan energi, energi gerak menjadi energi listrik maupun energi listrik menjadi energi cahaya

7. Energi yang dihasilkan dari sisir yang digosok ke rambut

Ketika kita menggosok sisir maupun penggaris plastik ke rambut yang kering, maka terjadi benda bermuatan listrik akibat perpindahan muatan listrik (elektron dari rambut ke sisir maupun palstik penggaris) sehingga dapat disimpulkan terjadi perubahan energi gerak (gosok) menjadi energi listrik (listrik statis)

8. Jelaskan proses perubahan penergi yang terjadi pada sel surya sehingga mampu menyalakan lampu.
Penjelasan:
Panel surya dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan efek photovoltaic. Energi yang dihasilkan akan disimpan dalam baterai dan bisa digunakan untuk menyalakan lampu maupun mengoperasikan peralatan elektronik. 

9. Urutan perubahan energi pada air yang dibendung untuk pembangkit listrik.
Penjelasan:
Air yang dibendung memiliki energi potensial lalu dialirkan untuk menggerakkan turbin maupun kincir yang dihubungkan dengan generator yang menghasilkan energi listrik. Sehingga terjadi perubahan energi potensial → energi kinetik → energi listrik

10. Alat yang mengubah energi listrik menjadi panas.
  • pengering rambut
  • kompor listrik
  • oven
  • setrika
11. Anton mengelilingi halaman 3 kali yang berbentuk persegi, luas halaman 289 meter persegi, berapa jauh Anton mengelilingi lapangan?
Jawab: 
Luas persegi = sisi × sisi, 
L = × s , berdasarkan rumus tersebut kita bisa menghitung sisi persegi dengan 
s = akar pangkat dua dari luas persegi
s = akar pangkat dua dari 289 meter persegi = 17 meter

Keliling lapangan = 4 s
Keliling lapangan = 4 × 17 meter = 68 meter, maka jarak yang ditempuh Anton mengelilingi lapangan 3 kali putaran adalah 3 kali keliling lapangan = 3 × 68 meter = 204 meter.

12. Deni membeli 2 pensil dan 1 penghapus seharga Rp 7.000, 3 pulpen dan satu penggaris seharga Rp 7.000, persamaaan yang sesuai dengan soal tersebut adalah 
Jawab:
2a + b = 7000
3c + d = 7000, maka 2a + b = 3c + d

13. Perhatikan gambar!


Hubungan yang tepat adalah  1 kerucut dan 1 kubus lebih berat dari 1 bola . Perhatikan ada balok berwarna kuning pada kedua sisi (disebelah kiri ada dua balok dan disebelah kanan ada satu balok) dan posisi bola di sebelah kanan lebih tinggi daripada posisi kerucut dan pdan kubus.

14. Kejadian setelah proklamasi
  • Pemberontakan PKI Madiun pada 18 September 1948
  • Pemberontakan DI/TII oleh Kartosuwiryo pada 19 Desember 1948
  • Peristiwa APRA di Bandung pada 23 Januari 1950
  • Pemberotakan Andi Aziz di Makasar pada 5 April 1950
  • Pemberontakan RMS di Maluku pada 1 November 1950
  • Pemberontakan Ibnu Hajar di Kalimantan Selantan
  • Pemberontakan PRRI-Permesta Sumatera dan Sulawesi pada 1958 - 1961.
  • Pemberontakan G30S/PKI pada 30 September 1965
15. Kontribusi pemerintah mengenai kesehatan pada alinea keempat.
  • program BPJS, dan
  • meningkatkan kesejahteraan umum
Selain itu di alinea keempat kita juga membaca tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, yaitu menjaga perdamaian antar suku, antar umat beragama, saling menghargai, dan menghomati perbedaan-perbedaan tersebut; memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. 

16. Massa benda 20 kg dikenai gaya 50 N, maka percepatannya adalah
Jawab:
Diketahui,  massa (m) = 20 kg dan gaya (F) = 50 Newton
Ditanya, percepatan benda = ... m/s²

Berdasarkan hukum kedua Newton, maka
a = F/m = (50 N / 20 kg) = 2,5 m/s²
 
Baca juga: 

Saturday, September 18, 2021

Contoh Soal Survei Lingkungan Belajar Untuk Guru Semua Jenjang

Survei Lingkungan Belajar

Asesmen Nasional atau AN sebentar lagi. Asesmen nasional terdiri dari tiga bagian yaitu  Asesmen Kompetensi Mnimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.  Survei Lingkugan Belajar bertujuan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. 

Survei Lingkungan Belajar wajib diisi oleh kepala sekolah dan  guru yang terdata di Dapodik maupun EMIS untuk mengumpulkan informasi seputar input, proses dan lingkungan belajar. Jika Bapak, Ibu bertugas di lebih dari satu sekolah, maka Bapak, Ibu harus mengisi Survei Lingkungan Belajar untuk setiap tempat mengajar.

Ada 5 aspek yang diukur dalam Survei Lingkungan Belajar antara lain:
1.Iklim keamanan sekolah, terdiri dari:
  • keamanan dan kesejahteraan peserta didik
  • sikap dan keyakinan guru
  • kebijakan dan program sekolah
2. Iklim kebhinekaan sekolah, terdiri dari:
  • praktik multikultural di kelas
  • sikap dan keyakinan guru maupun kepala sekolah
  • kebijakan dan program sekolah
3. Indeks sosial ekonomi, meliputi:
  • pendidikan orang tua
  • profesi orang tua
  • fasilitas belajar di rumah
4. Kualitas pembelajaran, terdiri dari:
  • manajemen kelas
  • dukungan afektif
  • aktivitas konektif
5. Pengembangan guru, meliputi
  • refleksi dan pengembangan pembelajaran
  • dukungan untuk refleksi guru
Nah, berikut ini guruberto.com bagikan contoh soal Survei Lingkungan Belajar untuk Guru semua jenjang, yuk simak!
 
Pilih salah satu jawaban yang bertanda lingkaran ❍ dan pilih satu atau lebih untuk pilihan bertanda ❏!

Pertanyaan 1, Untuk membangun lingkungan belajar yang kondusif, sarana fisik yang ada dilingkungan sekolah yang harus diperhatikan yaitu,
❍ aksesoris dinding kelas untuk menciptakan suasana yang menyenangkan
❍ ruang belajar yang bersih, nyaman dan tertata dengan rapi
❍ segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat proses pembelajaran
❍ ruang kelas dan sarana dan prasarananya, pengudaraan, alat atau media belajar, pencahayaan, pewarnaannya, dan pajangan hingga penataannya

Pertanyaan 2, Untuk menumbuhkan minat atau memotivasi anak dalam melaksanakan kegiatan belajar, lingkungan belajar harus difasilitasi untuk merefleksikan ekspektasi tinggi dalam meraih kesuksesan anak secara individu.Kondisi atau lingkungan pembelajaran yang kondusif wajib diterapkan untuk memaksimalkan kegiatan belajar mengajar. Lalu, bagaimana cara menciptakan lingkungan yang kondusif?
❍ Menata ruang kelas, suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan, mengadakan pembelajaran di luar sekolah terus-menerus
❍ Menata ruang kelas, suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan, kerja sama dengan orang tua untuk pengadaan fasilitas sekolah
❍ Menata ruang kelas, suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan, lingkungan luar kelas yang kondusif, komunikasi serta hubungan sosial yang harmonis antara siswa dan guru, menjadi guru yang menyenangkan, membiarkan siswa berkreasi dan bermain sesuai keinginannya
❍ Menata ruang kelas, suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan, lingkungan luar kelas yang kondusif, komunikasi serta hubungan sosial yang harmonis antara siswa dan guru, menjadi guru yang menyenangkan, membiarkan siswa berkreasi dan bermain sesuai imajinasnya, dan menyepakati aturan bersama

Pertanyaan 3, Untuk menciptakan kelas kondusif, guru harus bisa memberikan aturan yang disepakati oleh siswa. Sehingga siswa tidak bisa membuat keributan di kelas yang membuat suasana belajar tidak kondusif karena mereka telah membuat aturan yang disepakati. Berikut hukuman ringan yang cocok untuk siswa yang melanggar kesepakatan bersama
Membersihakan ruangan kelas, mengahafalkan materi pelajaran, dan mengerjakan tugas yang belum diselesaikan
❍ Berdiri di depan kelas, lari keliling lapangan, dan membersihkan kamar mandi
❍ Membayar denda, disuruh keluar kelas, disuruh pulang
❍ Tidak perlu ada hukuman fisik

Pertanyaan 4, Apa yang dilakukan guru agar siswa tidak takut merasa salah ketika menjawab pertanyaan atau bertanya kepada guru.
❏ Guru harus bersikap demokratis
❏ Pembelajaran tidak selalu dinilai dari perolehan angka yang tinggi
❏ Suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan membuat siswa menjadi semangat belajar dan pembelajaran akan lebih bermakna
❏ Memberi kesempatan anak yang pandai dan pemberani

Pertanyaan 5, Meskipun siswa melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas, namun lingkungan luar kelas juga berpengaruh pada proses pembelajaran siswa.Lingkungan luar kelas yang kondusif membuat siswa belajar dengan baik, namun sebaliknya, jika lingkungan luar tidak kondusif dan terjadi masalah maka konsentrasi siswa akan terganggu. Bagaiman cara menciptakan lingkungan luar sekolah yang kondusif?
❏ Kerjasama yang baik antar pihak yang bersangkutan mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, staff hingga petugas kebersihan
❏ Menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai pihak
❏ Lingkungan sekolah juga menjadi acuan penilaian kualitas sekolah, sehingga harus dijaga dengan baik
❏ Mencari donatur sebanyak-banyaknya untuk melengkapi fasilitas di sekolah

Pertanyaan 6, Salah satu cara membuat lingkungan belajar yang kondusif adalah membiarkan siswa berkreasi sesuai imajinasinya. Apa yang dilakukan guru agar siswa merasa senang dan semangat untuk berkreasi?
❏ Guru bertindak sebagai fasilitator, mediator, motivator dan katalisator yang mendukung pembelajaran siswa
❏ Guru tidak boleh bersifat otoriter dan menguasai pembelajaran, tetapi guru harus berani memberikan kesempatan kedua untuk siswa terus berkereasi
❏ Guru harus memberikan apresiasi kepada siswa yang telah berkreasi
❏ Guru memberikan penilaian secara terbuka

Pertanyaan 7, Penataan ruang kelas merupakan lingkungan utama untuk menciptakan kegiatan belajar dan mengajar yang menyenangkan. Ruang belajar yang bersih, nyaman dan terata dengan dengan rapi akan mendukung pembelajaran lebih baik. Menata ruang kelas merupakan tugas bersama antara siswa dengan wali kelas yang bersangkutan. Pihak sekolah juga bisa berkontribusi untuk penataan ruang kelas yang kondusif. Berikut contoh kegiatan yang dapat dilakukan pihak sekolah.
❏ Mengadakan lomba kebersihan kelas secara berkala
❏ Melengkapi sarana prasarana di kelas
❏ Memotivasi anak untuk menciptakan ruangan kelas yang bersih, rapi dan nyaman
❏ Mengadakan kerja bakti setiap hari Jumat di lingkungan sekolah 

Pertanyaan 8, Menata ruang kelas bukan hanya menjajarkan kursi dan meja dengan teratur, melainkan melengkapinya dengan administrasi kelas. Conntoh administrasi kelas diantaranya:
❏ denah tempat duduk, jadwal pelajaran, struktur kelas, dan daftar piket
❏ aksesoris dinding kelas untuk menciptakan suasana yang menyenangkan
❏ lukisan hasil siswa atau kalimat positif yang memotivasi belajar siswa
❏ kalender, jam dinding, alat kebersihan

Baca juga:
Baca juga artikel terkait peran guru dalam menyukseskan asesmen nasional atau tulisan menarik lainnya di guruberto.com.

Friday, September 17, 2021

Cara Login dan Mengisi Survei Lingkungan Belajar oleh Kepala Sekolah dan Guru

Survei Lingkungan Belajar

Asesmen Nasional atau AN sebentar lagi. Asesmen Nasional  adalah evaluasi sistem pendidikan untuk mendorong dan memfasilitasi terjadinya perbaikan mutu pembelajaran. Asesmen nasional terdiri dari tiga bagian yaitu  Asesmen Kompetensi Mnimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Asesmen Nasional dilaksanakan menggunakan komputer atau secara daring (online).

Survei Lingkugan Belajar bertujuan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. Survei Lingkungan Belajar wajib diisi oleh kepala sekolah dan  guru yang terdata di Dapodik maupun EMIS untuk mengumpulkan informasi seputar input, proses dan lingkungan belajar. Jika Bapak, Ibu bertugas di lebih dari satu sekolah, maka Bapak, Ibu harus mengisi Survei Lingkungan Belajar untuk setiap tempat mengajar.

Ada 5 aspek yang diukur dalam Survei Lingkungan Belajar antara lain:
1.Iklim keamanan sekolah, terdiri dari:
  • keamanan dan kesejahteraan peserta didik
  • sikap dan keyakinan guru
  • kebijakan dan program sekolah
2. Iklim kebhinekaan sekolah, terdiri dari:
  • praktik multikultural di kelas
  • sikap dan keyakinan guru maupun kepala sekolah
  • kebijakan dan program sekolah
3. Indeks sosial ekonomi, meliputi:
  • pendidikan orang tua
  • profesi orang tua
  • fasilitas belajar di rumah
4. Kualitas pembelajaran, terdiri dari:
  • manajemen kelas
  • dukungan afektif
  • aktivitas konektif
5. Pengembangan guru, meliputi
  • refleksi dan pengembangan pembelajaran
  • dukungan untuk refleksi guru
Cara Mendapatkan Akun dan Token  Survei Lingkungan Belajar
Berikut ini langkah-langkah untuk mendapatkan akun dan token pengisi Survei Lingkungan Belajar.
Langkah 1. Berkunjung ke dashboard Survei Lingkungan Belajar
Silahkan berkunjung ke Dashboard Survei Lingkungan Belajar di https://dashboardslb.kemdikbud.go.id. Maka akan muncul tampilan dashboard seperti gambar di bawah ini.

Dashboard Survei Lingkungan Belajar

Langkah 2. Log in dengan SSO
Untuk login harus menggunakan Single Sign On (SSO) dari operator sekolah masing-masing.

Langkah 3. Masuk ke dashboard
Setelah berhasil login, Bapak, Ibu bisa mencetak kartu login Survei Lingkungan belajar untuk guru dan kepala sekolah.

Kartu login

Langkah 4. Cetak kartu log in guru dan kepala sekolah
Operator sekolah mencetak kartu login Survei Lingkungan Belajar untuk guru dan kepala sekolah dengan cara klik Cetak Kartu dalam format PDF.

Cara Mengisi Survei Lingkungan Belajar
Bapak, Ibu Guru dan kepala sekolah yang sudah memiliki kartu login Survei Lingkungan Belajar bisa mengisi Survei Lingkungan Belajar melalui tautan berikut

Isian Survei Lingkungan Belajar

Lalu, Bapak, Ibu Guru dan Kepala Sekolah isikan data berupa
  • Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Token
  • Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Tanggal Lahir
Jika data yang sudah diisikan sudah benar, kemudian klik Login dan mulai mengisi Survei Lingkungan Belajar.

Baca juga:

Jika Tidak Lulus Seleksi Kompetensi Guru PPPK Tahap 1 Bagaimana? Ini Alternatifnya

Ilustrasi PPPK Guru

Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Tahap I Guru ASN-PPPK 2021 sudah masuk hari terakhir. Seleksi Kompetensi Tahap I diperuntukkan bagi Guru honorer eks Kategori II (THK-II) dan guru honorer sekolah negeri dan terdaftar di Dapodik. Dari hasil seleksi sejak tanggal 13 September s.d. 16 September 2021, kebanyakan guru honorer tidak memenuhi nilai ambang batas (passing grade). Lantas, bagaimana kelanjutan peserta ujian PPPK yang tidak lulus pada Seleksi Kompetensi Tahap I?

Bagi peserta ujian PPPK yang tidak lulus pada Seleksi Kompetensi Tahap I bisa mengikuti Seleksi Kompetensi  Tahap II. Seleksi Kompetensi Tahap II diperuntukkan bagi 
  1. Guru honorer eks Kategori II (THK-II) dan guru honorer sekolah negeri yang tidak lulus pada Seleksi Kompetensi I
  2. Guru sekolah swasta
  3. Lulusan Pendidikan Profesi Guru yang belum menjadi guru dan terdaftar di database lulusan PPG Kemdikbud.
Adapun bagi Guru honorer eks Kategori II (THK-II) dan guru honorer sekolah negeri yang tidak lulus pada Seleksi Kompetensi yang juga sekaligus peserta Seleksi Kompetensi Tahap II dapat memilih ulang formasi. Peserta Seleksi Kompetensi Tahap II memilih formasi dalam instansi dengan kewenanangan yang sama dan sesuai dengan sertifikat pendidik dan/atau kualifikasi akademik. 

Selanjutnya, apakah nilai pada Seleksi Kompetensi Tahap I bisa digunakan lagi pada Seleksi Kompetensi Tahap II? Perolehan nilai Seleksi Kompetensi Tahap I bisa dipertimbangkan kembali jika hasilnya lebih tinggi daripada perolehan nilai pada seleksi kompetensi berikutnya. Misal, jika perolehan nilai pada Seleksi Kompetensi Tahap I lebih tinggi daripada nilai pada Seleksi Kompetensi Tahap II, maka peserta Seleksi Kompetensi II bisa menggunakan nilai dari Seleksi Kompetensi Tahap I. 

Berikut ini jadwal Seleksi Kompetensi Tahap II
  • Pengumuman dan pemilihan formasi tahap II : 9 s.d. 15 Oktober 2021
  • Pengumuman daftar peserta,waktu, tempat seleksi : 22 Oktober 2021
  • Cetak Kartu Peserta Seleksi : 22 - 25 Oktober 2021
  • Ujian dan Wawancara : 26 - 30 Oktober 2021
  • Pengumuman hasil seleksi : 5 November 2021
  • Masa sanggah : 5 s.d. 8 November 2021
  • Jadwal sanggah : 8 s.d. 15 November 2021
  • Pengumuman hasil sanggah : 15 November 2021
Baca juga : 
Bacap juga artikel terkait PPPK Guru 2021 atau tulisan menarik lainnya di guruberto.com.

Thursday, September 16, 2021

Download Modul Belajar Literasi dan Numerasi Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD/MI (Kelas 4)

Modul Belajar Literasi dan Numerasi Kelas 4

Salah satu kompetensi hasil belajar peserta didik yang diukur pada asesmen nasional mulai tahun 2021 adalah literasi membaca dan numerasi, yang disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) (Kemendikbud, 2020). 

Kompetensi mendasar numerasi yang diukur mencakup keterampilan logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi kuantitatif dan spasial. Peserta didik akan diuji kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan dengan mereka sebagai warga Indonesia dan warga dunia. 

Komponen AKM numerasi selain mencakup konten (bilangan, pengukuran, dan geometri, data dan ketidakpastian, dan aljabar) juga melibatkan proses kognitif, yaitu pemahaman, penerapan, dan penalaran. Peserta didik diharapkan memahami fakta, prosedur, serta alat matematika yang dapat digunakan di dalam penyelesaian masalah. Selain itu, mereka mampu menerapkan dan bernalar dengan konsep matematika dalam situasi nyata, baik yang bersifat rutin maupun nonrutin, dalam berbagai konteks (personal, sosial budaya, dan saintifik).

Kemampuan bernalar secara logis adalah keterampilan yang diharapkan dikuasai peserta didik dari proses membaca dan menanggapi bacaan. Hasil AKM diharapkan dapat memberikan informasi tentang peta kecakapan literasi peserta didik agar guru dapat melakukan pengamatan untuk mengembangkan kemampuan bernalar mereka.

Penguatan literasi ini tentunya tidak semata bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi AKM. Guru mengembangkan keterampilan bernalar peserta didik agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu menghadapi tantangan hidup abad ke-21.

Modul Belajar Literasi dan Numerasi bagi kelas 4 SD ini dikembangkan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) berisi aktivitas pembelajaran yang kontekstual yang dapat dilakukan siswa di rumah bersama orang tua dan anggota keluarga lainnya. Modul ini diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi pada berbagai mapel. Selain itu, kita juga dapat mengunduh Modul Pendamping Bagi Guru Kelas dan Modul Pendamping Bagi Orang Tua.

Kelas 4
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 4 Minggu ke 1 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 4 Minggu ke 2 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 4 Minggu ke 3 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 4 Minggu ke 4 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 4 Minggu ke 5 Unduh

Demikianlah postingan terkait Modul Belajar Literasi dan Numerasi SD kelas 123, 4, 5, 6 yang dapat Bapak, Ibu Guru Kelas gunakan untuk mendesain pembelajaran berbasis AKM di tempat mengajar. Selamat mencoba.

Download Modul Belajar Literasi dan Numerasi Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD/MI (Kelas 3)

Modul Belajar Literasi dan Numerasi Kelas 3

Salah satu kompetensi hasil belajar peserta didik yang diukur pada asesmen nasional mulai tahun 2021 adalah literasi membaca dan numerasi, yang disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) (Kemendikbud, 2020). 

Kompetensi mendasar numerasi yang diukur mencakup keterampilan logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi kuantitatif dan spasial. Peserta didik akan diuji kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan dengan mereka sebagai warga Indonesia dan warga dunia.

Komponen AKM numerasi selain mencakup konten (bilangan, pengukuran, dan geometri, data dan ketidakpastian, dan aljabar) juga melibatkan proses kognitif, yaitu pemahaman, penerapan, dan penalaran. Peserta didik diharapkan memahami fakta, prosedur, serta alat matematika yang dapat digunakan di dalam penyelesaian masalah. Selain itu, mereka mampu menerapkan dan bernalar dengan konsep matematika dalam situasi nyata, baik yang bersifat rutin maupun nonrutin, dalam berbagai konteks (personal, sosial budaya, dan saintifik).

Kemampuan bernalar secara logis adalah keterampilan yang diharapkan dikuasai peserta didik dari proses membaca dan menanggapi bacaan. Hasil AKM diharapkan dapat memberikan informasi tentang peta kecakapan literasi peserta didik agar guru dapat melakukan pengamatan untuk mengembangkan kemampuan bernalar mereka.

Penguatan literasi ini tentunya tidak semata bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi AKM. Guru mengembangkan keterampilan bernalar peserta didik agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu menghadapi tantangan hidup abad ke-21.

Modul Belajar Literasi dan Numerasi bagi siswa SD Kelas 3 ini dikembangkan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) berisi aktivitas pembelajaran yang kontekstual yang dapat dilakukan siswa di rumah bersama orang tua dan anggota keluarga lainnya. Modul ini diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi pada berbagai mapel. Selain itu, kita juga dapat mengunduh Modul Pendamping Bagi Guru Kelas dan Modul Pendamping Bagi Orang Tua.

Kelas 3
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 3 Minggu ke 1 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 3 Minggu ke 2 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 3 Minggu ke 3 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 3 Minggu ke 4 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 3 Minggu ke 5 Unduh

Demikianlah postingan terkait Modul Belajar Literasi dan Numerasi SD kelas 12, 3, 4, 5, 6 yang dapat Bapak, Ibu Guru Kelas gunakan untuk mendesain pembelajaran berbasis AKM di tempat mengajar. Selamat mencoba. 

Download Modul Belajar Literasi dan Numerasi Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD/MI (Kelas 2)

Modul Belajar Literasi dan Numerasi Kelas 2

Salah satu kompetensi hasil belajar peserta didik yang diukur pada asesmen nasional mulai tahun 2021 adalah literasi membaca dan numerasi, yang disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) (Kemendikbud, 2020). 

Kompetensi mendasar numerasi yang diukur mencakup keterampilan logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi kuantitatif dan spasial. Peserta didik akan diuji kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan dengan mereka sebagai warga Indonesia dan warga dunia.

Komponen AKM numerasi selain mencakup konten (bilangan, pengukuran, dan geometri, data dan ketidakpastian, dan aljabar) juga melibatkan proses kognitif, yaitu pemahaman, penerapan, dan penalaran. Peserta didik diharapkan memahami fakta, prosedur, serta alat matematika yang dapat digunakan di dalam penyelesaian masalah. Selain itu, mereka mampu menerapkan dan bernalar dengan konsep matematika dalam situasi nyata, baik yang bersifat rutin maupun nonrutin, dalam berbagai konteks (personal, sosial budaya, dan saintifik).

Kemampuan bernalar secara logis adalah keterampilan yang diharapkan dikuasai peserta didik dari proses membaca dan menanggapi bacaan. Hasil AKM diharapkan dapat memberikan informasi tentang peta kecakapan literasi peserta didik agar guru dapat melakukan pengamatan untuk mengembangkan kemampuan bernalar mereka.

Penguatan literasi ini tentunya tidak semata bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi AKM. Guru mengembangkan keterampilan bernalar peserta didik agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu menghadapi tantangan hidup abad ke-21.

Modul Belajar Literasi dan Numerasi bagi siswa SD kelas 2 ini dikembangkan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) berisi aktivitas pembelajaran yang kontekstual yang dapat dilakukan siswa di rumah bersama orang tua dan anggota keluarga lainnya. Modul ini diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi pada berbagai mapel. Selain itu, kita juga dapat mengunduh Modul Pendamping Bagi Guru Kelas dan Modul Pendamping Bagi Orang Tua.

Kelas 2
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 2 Minggu ke 1 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 2 Minggu ke 2 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 2 Minggu ke 3 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 2 Minggu ke 4 Unduh
Modul literasi dan numerasi bagi siswa SD kelas 2 Minggu ke 5 Unduh

Demikianlah postingan terkait Modul Belajar Literasi dan Numerasi SD kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 yang dapat Bapak, Ibu Guru Kelas gunakan untuk mendesain pembelajaran berbasis AKM di tempat mengajar. Selamat mencoba.