Tuesday, March 22, 2022

Cara Cek dan Unduh Rapor Pendidikan (Hasil Asesmen Nasional)

Cara Unduh Rapor Pendidikan Tahun 2022

Dilansir dari laman raporpendidikan.kemdikbud.go.id, Rapor Pendidikan merupakan penyempurnaan dari Rapor Mutu yang berisi data kualitas satuan pendidikan atau daerah. Data ini didapat dari berbagai asesmen atau survey nasional, dan berfungsi sebagai bahan refleksi serta dasar perencanaan untuk peningkatan kualitas. Dengan demikian, Rapor Mutu yang dirilis oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) setiap tahunnya digantikan oleh Rapor Pendidikan. 

Ada dua Ringkasan Kualitas Pendidikan di Satuan Pendidikan yang dimuat dalam Rapor Pendidikan yakni Mutu Hasil Belajar Peserta Didik dan Iklim Keamanan dan Iklusivitas di Satuan Pendidikan.

Contoh Ringkasan Kualitas Pendidikan di Satuan Pendidikan

Mutu Hasil Belajar Peserta Didik
Mutu Hasil Belajar Peserta Didik menggambarkan kemampuan literasi, kemampuan numerasi dan Indeks Karakter (nilai-nilai karakter dalam Profil Pelajar Pancasila yaitu berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif, bernalar kritis dan berkebhinekaan global). Mutu Hasil Belajar Peserta Didik didapat dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survey Karakter.

Iklim Keamanan dan Inklusivitas di Satuan Pendidikan
Iklim Keamanan dan Iklusivitas di Satuan Pendidikan meliputi Iklim Keamanan, Kesetaraan Gender, Kebhinekaan, dan Iklim Inklusivitas. Data ini didapat dari Survey Lingkungan Belajar. 

Selain mengetahui gambaran umum kualitas di satuan pendidikan, Bapak, Ibu Guru juga mempelajari lebih lanjut data penjabaran dari masing-masing indikator.

Langkah-langkah Cek dan Unduh Rapor Pendidikan
Bapak,Ibu dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk cek dan unduh Rapor Pendidikan di Satuan Pendidikan:
1. Membuka web Rapor Pendidikan di laman raporpendidikan.kemdikbud.go.id. Lalu, klik tombol "Masuk dengan akun belajar.id"
2. Masuk menggunakan akun admin belajar.id yaitu, kepala sekolah atau tenaga kependidikan (bukan akun guru)  .
3. Muncul Ringkasan Kualitas Pendidikan Satuan Pendidikan.
4. Untuk mengunduh Rapor Pendidikan dalam format Microsoft Excel, silahkan Bapak, Ibu klik tombol "Unduh"

Cara Mengunduh Rapor Pendidikan

Sunday, March 20, 2022

Contoh Kurikulum Operasional Di Satuan Pendidikan (KOSP) Jenjang SD


Kurikulum operasional di satuan pendidikan memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran. Ada enam komponen utama Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan yang dapat ditinjau secara berkala yakni, Karaktersitik Satuan Pendidikan; Visi, Misi, dan Tujuan; Pengorganisasian Pembelajaran; Rencana Pembelajaran; Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional, serta Lampiran. 

Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap 4 - 5 tahun
Karakteristik Satuan Pendidikan
Dari analisis konteks dirumuskan karakteristik sekolah yang menggambarkan keunikan sekolah dalam hal peserta didik, sosial buday, guru, dan tenaga kependidikan.

Visi, Misi, dan Tujuan
Visi
  • menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalamtujuan jangka panjang sekolah dan nilai-nilai yang dituju
  • nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai Profil Pelajar Pancasila
Misi
  • misi menjawab bagaimana sekolah mencapai visi
  • Nilai-nilai yang penting untuk dipegang selama menjalankan misi
Tujuan
  • tujuan akhir dari kurikulum sekolah yang berdampak kepada peserta didik
  • tujuan menggambarkanpatok-patok (milestone) penting dan selaras dengan misi
  • strategi sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya
  • kompetensi/karakteristik yang menjadi kekhasan lulusan sekolah tersebut dan selaras dengan Profil Pelajar Pancasila.

Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap tahun
Pengorganisasian Pembelajaran
Cara sekolah mengatur muatan kurikulum dalam satu rentang waktu, dan beban belajar, cara sekolah mengelola pembelajaran untuk mendukung pencapaian CP dan Profil Pelajar Pancasila (misalnya, mingguan, sistem blok, atau cara pengorganisasian lainnya).
  • Intrakurikuler, berisi muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok)
  • Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, menjelaskan pengelolaan projek yang mengacu pada Profil Pelajar Pancasila pada tahun ajaran tersebut.
  • Ekstrakurikuler, Gambaran ekskul dalam bentuk matriks/tabel

Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup sekolah: menggambarkan rencana pembelajaran selama setahun ajaran. Berisi alur pembelajaran/unit mapping (untuk sekolah-sekolah yang sudah menjalankan pembelajaran secara integrasi), program priorpitas satuan pendidikan

Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional
Kerangka bentuk pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan di satuan pendidikan. Pelaksanaan ini dilakukan oleh para pemimpin satuan pendidikan secara internal dan bertahap sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan.

Lampiran
  • Contoh-contoh rencana pembelajaran ruang lingkung kelas: menggambarkan rencana pembelajaran per tujuan pembelajaran dan/atau per tema (untuk sekolah-sekolah yang menjalankan pembeajaran secara integrasi)
  • Contoh penguatan Profil Pelajar Pancasila, penjabaran pilihan tema dan isu spesifik yang menjadi projek pada tahun ajaran tersebut (deskripsi singkat tentang projek yang sudah dikontekstualisasikan dengan kondisi lingkungan sekolah dan kebutuhan peserta didik, tidak perlu sampai rincian pembelajarannya)
  • Referensi landasan hukum atau landasan lain yang kontekstual dengan karakteristik sekolah. 

Berikut ini guruberto.com bagikan contoh Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) jenjang SD. Bapak,Ibu Guru dapat mengunduhnya pada link yang tersedia.



Contoh Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) Jenjang SD (di sini)
 

Friday, March 11, 2022

Cara Melakukan Pemutakhiran Foto Profil dan Nomor WhatsApp di SIMPKB

Ilustrasi SIMPKB by Youtube @ahmadfatkhul

Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 0519/B2/GT.00.03/2022 tentang Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Informasi Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan Tahun 2022, bagi guru yang dinyatakan lulus seleksi administrasi diwajibkan melakukan pemutakhiran nomor telepon seluler (whatsapp), pas foto, dan tautan belajar.id pada profil SIMPKB masing-masing.


Lantas, bagaimana cara pemutakhiran nomor whatsapp dan pas foto di SIMPKB? Berikut guruberto.com bagikan cara melakukan pemutakhiran nomor whatsapp dan mengganti pas foto.
1. Buka akun SIM PKB pada laman https://akun.simpkb.id/,lalu login menggunakan Surel / SIMPKB-ID (No.UKG) dan kata sandi atau akun belajar.id.
2. Muncul tampilan dasbor akun SIMPKB masing-masing.
3. Klik tombol Selanjutnya, untuk menuju laman Data Personal.
4. Laman akan menampilkan data personal yang bersumber dari Dapodik.
5. Sesuiakan data diri dengan kebutuhan seperti mengubah pas foto, klik logo kamera kecil di pojok kanan kolom pas foto.
6. Perhatikan juga nomor whatsapp pada Data Personal. Jika nomor kontak tidak sesuai dengan nomor whatsapp, lakukan pengubahan dengan cara klik ikon pensil di pojok kanan kolom nomor whatsapp.

Demikian cara pemuktahiran nomor whatsapp dan pas foto di SIMPKB.  

Saturday, March 5, 2022

Cara Mengatasi Lupa Password Akun Pembelajaran belajar.id

Cara reset password jika lupa kata sandi akun belajar.id by tangkapan layar laman belajar.id

Akun Pembelajaran merupakan akun elektronik dengan domain belajar.id yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Akun Pembelajaran atau Akun Belajar.id dapat digunakan untuk mengakses beragam aplikasi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar seperti Panggilan Video, aplikasi Merdeka Mengajar, Penyimpanan Daring, Kelas Daring, Chromebook, Presentasi Daring, Formulir Daring, Dokumen Daring, SIMPKB, Pengolah Angka, TanyaBOS, dan Rumah Belajar.


Untuk menikmati layanan dan aplikasi yang tersedia, peserta didik maupun guru dan tenaga kependidikan harus melakukan aktivasi akun terlebih dulu dan mengganti password atau kata sandi dengan yang baru. Oleh karena itu, peserta didik maupun guru dan tenaga kependidikan perlu mengganti password atau kata sandi  dengan minimal 8 karakter. Sebaiknya peserta didik maupun guru dan tenaga kependidikan mengingat dan mencatat password atau kata sandi baru agar tidak lupa.

Namun bagaimana jika Bapak, Ibu Guru lupa kata sandi atau ingin mengganti password atau kata sandi baru?

Dikutip guruberto.com dari Pusat Bantuan Akun Pembelajaran, Bapak, Ibu guru hanya dapat mengganti password atau kata sandi melalui admin sekolah, yaitu kepala sekolah dan operator sekolah maupun mengakses tombol "Butuh Bantuan". 

Jika lupa dengan password atau kata sandi akun pembelajaran, Bapak, Ibu Guru dapat mengajukan reset password pada operator sekolah. Selain itu, Bapak, Ibu Guru juga dapat meminta bantuan dengan mengakses tombol "Butuh bantuan".

Admin sekolah dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengganti kata sandi atau reset password:
1. Membuka admin console di laman https://admin.google.com/. Masuk menggunakan akun pembelajaran (belajar.id) pribadi.
2. Klik user atau pengguna.
3. Pilih akun user, lalu klik reset password.
4. Masukkan password baru di kolom yang tersedia dan klik Reset.


Setelah berhasil, admin sekolah harus memberikan kata sandi baru langsung kepada peserta didik maupun guru dan tenaga kependidikan yang bersangkutan dan tercatat di Dapodik. Bapak, Ibu Guru diminta login dengan password atau kata sandi baru tersebut dan melakukan penggantian kata sandi lagi untuk akun belajar.id. 

Agar Bapak, Ibu Guru tidak lupa lagi dengan password atau kata sandi akun pembelajaran, Bapak, Ibu Guru disarankan untuk mencatat kata sandi baru dan menyimpannya dengan baik. 

Saturday, February 19, 2022

Cara Mendapatkan Akun Belajar.id dan Menautkan Dengan SIM PKB

Akun belajar.id sebagai SSO SIMPKB

Akun Pembelajaran merupakan akun elektronik dengan domain belajar.id yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Akun Pembelajaran atau Akun Belajar.id dapat digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi resmi Kemendikbud seperti Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIM PKB).

Mengutip isi Surat Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 0697/B.B5/GT.01.15/2022 tentang pemanfaatan akun belajar.id menjadi layanan satu akun untuk semua dengan konsep Single Sign On (SSO). Terhitung mulai tanggal 12 Maret 2022 akun belajar.id akan digunakan sebagai SSO SIM PKB. Untuk itu para Guru dan Tenaga Kependidikan dihimbau untuk melakukan aktivasi dan memanfaatkan akun belajar.id sebagai penunjang pembelajaran daring di masa pandemi maupun kondisi kenormalan baru (new normal).


Berikut langkah-langkah untuk menautkan akun belajar.id ke layanan SIM PKB:
1. Buka akun SIM PKB pada laman https://akun.simpkb.id/,lalu login menggunakan Surel / SIMPKB-ID (No.UKG) dan kata sandi
2. Klik tombol Selengkapnya pada kolom Integrasi Layanan



3. Pada bagian Kelola data Integrasi layanan SIM PKB, klik tombol TAUTKAN



4. Kemudian sistem akan mengarahkan pada laman akun belajar.id Anda. Masukan email akun belajar.id.



5. Masukkan kata sandi akun belajar.id Anda pada tahap selanjutnya



6. Selamat akun belajar.id Anda berhasil ditautkan



Bagi Bapak/Ibu Guru yang belum melakukan aktivasi dan belum mengetahui tata cara aktivasi akun belajar.id, berikut  ini guruberto.com bagikan cara mendapatkan akun belajar.id dilansir dari laman ditpsd.kemdikbud.go.id 

Untuk operator satuan pendidikan
1. Buka laman pd.data.kemdikbud.go.id, lalu login
2. Klik tombol "Unduh Akun", pilih "Peserta Didik" atau "PTK" untuk mengunduh file csv berisi nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran untuk pengguna  di satuan pendidikan Anda
3. Buka file csv yang sudah diunduh, lalu berikan informasi akun (user ID dan password) kepada pengguna yang bersangkutan secara pribadi

Untuk Siswa, Guru, dan Tenaga Kependidikan
1. Dapatkan nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran dari Operator Satuan Pendidikan di sekolah Anda
2. Buka halaman mail.google.com, lalu masukkan nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang Anda dapatkan
3. Anda akan diminta untuk menyetujui syarat dan ketentuan penggunaan Akun Pembelajaran lalu mengganti akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran Anda
4. Selamat Anda sudah dapat menggunakan Akun Pembelajaran baru Anda

Saturday, November 20, 2021

5 Contoh Game Ice Breaking Untuk Pembelajaran SD, SMP, dan SMA

Ilustrasi murid bermain game by boardgame.id

Ketika para murid tampak mulai merasakan jenuh dengan proses pembelajaran di kelas maupun sistem pembelajaran daring, maka inilah saatnya untuk mainkan game! Tak ada salahnya pendidik memberikan game atau permainan di dalam kelas. Pendidik bisa menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dengan game yang sesuai dengan minat murid.

Game atau permainan sejatinya tidak hanya menyenangkan tetapi juga melatih kekompakan, meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Suasana belajar tadinya monoton dan tidak menggairahkan murid untuk mengikuti pelajaran bisa hilang dengan sebuah game. Selain itu, mainkan game  di kelas juga dapat membangun relasi antara pendidik dan murid maupun antara murid dengan murid lainnya, sehingga bisa membuat saling kenal mengenal dan memecah kejenuhan (ice breaking).


Khususnya pada anak usia sekolah dasar (SD) senang bermain. Karakteristik ini menuntut guru SD untuk melaksanakan proses pembelajaran yang bermuatan permainan lebih-lebih utuk kelas redah. Guru SD seyogiyanya merancang pembelajaran yang memungkinkan adanya unsur permainan di dalamnya. Game bisa dilakukan di kegiatan awal atau akhir pembelajaran, sesuai dengan kebutuhan dan minat murid. Dengan game, murid dapat merasakan bahwa belajar itu asyik dan menyenangkan. Berikut ini beberapa game belajar yang bisa dilakukan pendidik dan murid di kelas. 

Gerak dan lagu
Ada banyak sekali pembelajaran melalui gerak dan lagu diantaranya lagu 'Marina menari di atas menara', 'Kepala pundak lutut kaki' atau 'Head shoulders knees & toes' hingga lagu yang kekinian seperti gerak dan lagu 'Baby Shark'. Kombinasi gerak dan lagu ini akan menghilangkan kejenuhan pada murid saat proses pembelajaran. Supaya permainan ini makin seru dan menantang, Bapak, Ibu Guru dapat memainkan game ini dengan tempo lagu dan gerakan yang semakin cepat.

Lakukan yang Guru Katakan
Cara bermain 'Lakukan yang guru katakan' sangat sederhana. Guru akan memberi beberapa perintah seperti 'pegang telinga', 'pegang rambut', 'pegang pipi', 'pegang pundak', dan sebagainya. Aturan mainnya, murid harus mengikuti perintah yang diberikan guru. Nah, supaya permainan ini lebih seru, guru bisa menjebak siswa dengan memegang bagian yang tidak sesuai dengan perintah Bapak, Ibu Guru berikan. Tak hanya menghilangkan kejenuhan belajar, permainan ini juga dapat melatih konsentarasi murid.

Kata dalam huruf terakhir
Cara bermain 'Kata dalam huruf terakhir' adalah mintalah seorang murid untuk menentukan kata pertama, kemudian murid disampingnya harus menyebutkan kata yang diawali dengan huruf terakhir dari kata sebelumnya. Sebagai contoh, kata pertama adalah 'perahu', dilanjutkan dengan kata 'udara', lalu 'awan' dan seterusnya. Kata yang sudah diucapkan oleh murid sebelumnya, tidak boleh diulang oleh murid yang lain. Permainan ini juga dapat dimainkan dengan kata-kata dalam bahasa Inggris. Permainan ini bisa melatih murid untuk berpikir dengan cepat.

Kelipatan bilangan
Permainan ini meminta murid untuk berhitung dan menjaga konsentrasi. Cara bermain 'Kelipatan bilangan' adalah guru menunjuk murid secara acak dan murid yang ditunjuk harus menyebutkan kelipatan bilangan. Misalnya, pada kelipatan 6, murid harus mengatakan 'dorr'. Adapun kelipatan 6 yaitu 6, 12, 18, 24, dan seterusnya. Pada saat bermain, guru berhitung 1, 2, 3, 4, 5, dorr (murid), 7, 8, 9, 10, 11, dorr (murid), dan seterusnya. Permainan ini makin seru jika Bapak, Ibu Guru memberi kejutan kepada murid yang salah maupun kurang konsentrasi, misalnya bernyanyi di depan kelas.

Sambung cerita
Cara bermain 'Sambung cerita' adalah guru terlebih dulu menyiapkan sebuah gambar sebagai bahan cerita. Kemudia, guru menunjuk salah seorang murid untuk membuat cerita pertama berdasarkan gambar. Lalu, cerita dilanjutkan oleh murid berikutnya. Cerita yang dibuat oleh setiap murid tidak harus panjang, cukup sekitar satu paragraf pendek saja. Permainan 'Sambung cerita' digilir sampai murid terakhir. Melalui permainan ini, murid dapat berlatih untuk berpikir imajinatif dan mengingkatkan kolaborasi antar murid dalam membuat sebuah cerita yang utuh dan logis.

Belajar sambil bermain, bermain sambil belajar. Jargon ini mengingatkan kita bahwa permainan dapat menjadi salah satu strategi dalam melaksanakan proses pembelajaran sehingga pembelajaran tidak terkesan monoton. Dengan melakukan permainan di kelas, maka kebosanan murid akan dapat dikurangi serta mendorong guru untuk kreatif. Selamat mencoba di kelas Bapak, Ibu. 

Friday, October 22, 2021

2 Hal Ini Jadikan Guru Tidak Tergantikan Teknologi

Ilustrasi guru dan robot by geeksfromfuture

"Pendidikan yang tidak membentuk karakter tidak berharga sama sekali"
-Mahatma Gandhi-

Di era Revolusi Industri 4.0 dan era disrupsi, pekerjaan manusia banyak digantikan oleh kecanggihan teknologi. Namun ada beberapa hal yang tidak bisa digantikan dalam dunia pendidikan seperti profesi guru.

Teknologi dapat membantu proses belajar, namun bukan segala-galanya, apalagi sampai mengambil alih peran guru. Kita tak bisa menafikan bahwa hampir sebagian peran guru dapat diambil teknologi. Peran guru yang tidak bisa digantikan teknologi adalah membangun motivasi dan karakter.

Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar baik bagi guru maupun murid. Bagi guru motivasi belajar dari murid sangat diperlukan guna memelihara dan meningkatkan semangat belajar murid. Sedangkan bagi murid motivasi dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga terdorong untuk belajar. 

Anak tak perlu menjadi super pintar, tetapi para guru hanya perlu memotivasi mereka. Harap diingat bahwa motivasi merupakan kunci untuk belajar apapun. 

Jika kita mencermati defenisi guru sebagai pendidik dengan tugas utama, yaitu mendidik (dengan teladannya), mengajar (dengan ilmunya), membimbing (dengan hatinya), mengarahkan (dengan ketulusannya), melatih (dengan keterampilannya), menilai (dengan keobyektifannya) dan mengevaluasi (dengan kebijaksanannya), maka kita dapat menyimpulkan bahwa dari ketujuh tugas guru di atas, hanya ada dua yang bersifat keilmuan. 

Sementara itu, kelima tugas yang lain berhubungan dengan nilai moral dan karakter, seperti mendidik, membimbing, mengarahkan, menilai, dan mengevalusi.

Lebih jauh lagi, dalam Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 BAB II Pasal 6 menjelaskan tujuan guru, yaitu:
"Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab."

Dari tujuan tersebut, tampak jelas bahwa peran guru memang bukan hanya menjadikan muridnya menguasai materi pelajaran, melainkan memiliki nilai moral dan karakter yang menjunjung rasa nasionalisme.

Tujuan ini tak bisa diambil alih begitu saja oleh mesin dan teknologi karena  keduanya tidak memiliki kreativitas dan emosi untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri yaitu memanusiakan manusia. Sosok guru tetap dibutuhkan oleh murid-muridnya mulai dari senyumnya, sapanya, sentuhannya, nasehatnya, tegurannya, bahkan "marahnya" dirindukan oleh mereka.