Saturday, November 20, 2021

5 Contoh Game Ice Breaking Untuk Pembelajaran SD, SMP, dan SMA

Ilustrasi murid bermain game by boardgame.id

Ketika para murid tampak mulai merasakan jenuh dengan proses pembelajaran di kelas maupun sistem pembelajaran daring, maka inilah saatnya untuk mainkan game! Tak ada salahnya pendidik memberikan game atau permainan di dalam kelas. Pendidik bisa menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dengan game yang sesuai dengan minat murid.

Game atau permainan sejatinya tidak hanya menyenangkan tetapi juga melatih kekompakan, meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Suasana belajar tadinya monoton dan tidak menggairahkan murid untuk mengikuti pelajaran bisa hilang dengan sebuah game. Selain itu, mainkan game  di kelas juga dapat membangun relasi antara pendidik dan murid maupun antara murid dengan murid lainnya, sehingga bisa membuat saling kenal mengenal dan memecah kejenuhan (ice breaking).


Khususnya pada anak usia sekolah dasar (SD) senang bermain. Karakteristik ini menuntut guru SD untuk melaksanakan proses pembelajaran yang bermuatan permainan lebih-lebih utuk kelas redah. Guru SD seyogiyanya merancang pembelajaran yang memungkinkan adanya unsur permainan di dalamnya. Game bisa dilakukan di kegiatan awal atau akhir pembelajaran, sesuai dengan kebutuhan dan minat murid. Dengan game, murid dapat merasakan bahwa belajar itu asyik dan menyenangkan. Berikut ini beberapa game belajar yang bisa dilakukan pendidik dan murid di kelas. 

Gerak dan lagu
Ada banyak sekali pembelajaran melalui gerak dan lagu diantaranya lagu 'Marina menari di atas menara', 'Kepala pundak lutut kaki' atau 'Head shoulders knees & toes' hingga lagu yang kekinian seperti gerak dan lagu 'Baby Shark'. Kombinasi gerak dan lagu ini akan menghilangkan kejenuhan pada murid saat proses pembelajaran. Supaya permainan ini makin seru dan menantang, Bapak, Ibu Guru dapat memainkan game ini dengan tempo lagu dan gerakan yang semakin cepat.

Lakukan yang Guru Katakan
Cara bermain 'Lakukan yang guru katakan' sangat sederhana. Guru akan memberi beberapa perintah seperti 'pegang telinga', 'pegang rambut', 'pegang pipi', 'pegang pundak', dan sebagainya. Aturan mainnya, murid harus mengikuti perintah yang diberikan guru. Nah, supaya permainan ini lebih seru, guru bisa menjebak siswa dengan memegang bagian yang tidak sesuai dengan perintah Bapak, Ibu Guru berikan. Tak hanya menghilangkan kejenuhan belajar, permainan ini juga dapat melatih konsentarasi murid.

Kata dalam huruf terakhir
Cara bermain 'Kata dalam huruf terakhir' adalah mintalah seorang murid untuk menentukan kata pertama, kemudian murid disampingnya harus menyebutkan kata yang diawali dengan huruf terakhir dari kata sebelumnya. Sebagai contoh, kata pertama adalah 'perahu', dilanjutkan dengan kata 'udara', lalu 'awan' dan seterusnya. Kata yang sudah diucapkan oleh murid sebelumnya, tidak boleh diulang oleh murid yang lain. Permainan ini juga dapat dimainkan dengan kata-kata dalam bahasa Inggris. Permainan ini bisa melatih murid untuk berpikir dengan cepat.

Kelipatan bilangan
Permainan ini meminta murid untuk berhitung dan menjaga konsentrasi. Cara bermain 'Kelipatan bilangan' adalah guru menunjuk murid secara acak dan murid yang ditunjuk harus menyebutkan kelipatan bilangan. Misalnya, pada kelipatan 6, murid harus mengatakan 'dorr'. Adapun kelipatan 6 yaitu 6, 12, 18, 24, dan seterusnya. Pada saat bermain, guru berhitung 1, 2, 3, 4, 5, dorr (murid), 7, 8, 9, 10, 11, dorr (murid), dan seterusnya. Permainan ini makin seru jika Bapak, Ibu Guru memberi kejutan kepada murid yang salah maupun kurang konsentrasi, misalnya bernyanyi di depan kelas.

Sambung cerita
Cara bermain 'Sambung cerita' adalah guru terlebih dulu menyiapkan sebuah gambar sebagai bahan cerita. Kemudia, guru menunjuk salah seorang murid untuk membuat cerita pertama berdasarkan gambar. Lalu, cerita dilanjutkan oleh murid berikutnya. Cerita yang dibuat oleh setiap murid tidak harus panjang, cukup sekitar satu paragraf pendek saja. Permainan 'Sambung cerita' digilir sampai murid terakhir. Melalui permainan ini, murid dapat berlatih untuk berpikir imajinatif dan mengingkatkan kolaborasi antar murid dalam membuat sebuah cerita yang utuh dan logis.

Belajar sambil bermain, bermain sambil belajar. Jargon ini mengingatkan kita bahwa permainan dapat menjadi salah satu strategi dalam melaksanakan proses pembelajaran sehingga pembelajaran tidak terkesan monoton. Dengan melakukan permainan di kelas, maka kebosanan murid akan dapat dikurangi serta mendorong guru untuk kreatif. Selamat mencoba di kelas Bapak, Ibu. 

Friday, October 22, 2021

2 Hal Ini Jadikan Guru Tidak Tergantikan Teknologi

Ilustrasi guru dan robot by geeksfromfuture

"Pendidikan yang tidak membentuk karakter tidak berharga sama sekali"
-Mahatma Gandhi-

Di era Revolusi Industri 4.0 dan era disrupsi, pekerjaan manusia banyak digantikan oleh kecanggihan teknologi. Namun ada beberapa hal yang tidak bisa digantikan dalam dunia pendidikan seperti profesi guru.

Teknologi dapat membantu proses belajar, namun bukan segala-galanya, apalagi sampai mengambil alih peran guru. Kita tak bisa menafikan bahwa hampir sebagian peran guru dapat diambil teknologi. Peran guru yang tidak bisa digantikan teknologi adalah membangun motivasi dan karakter.

Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar baik bagi guru maupun murid. Bagi guru motivasi belajar dari murid sangat diperlukan guna memelihara dan meningkatkan semangat belajar murid. Sedangkan bagi murid motivasi dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga terdorong untuk belajar. 

Anak tak perlu menjadi super pintar, tetapi para guru hanya perlu memotivasi mereka. Harap diingat bahwa motivasi merupakan kunci untuk belajar apapun. 

Jika kita mencermati defenisi guru sebagai pendidik dengan tugas utama, yaitu mendidik (dengan teladannya), mengajar (dengan ilmunya), membimbing (dengan hatinya), mengarahkan (dengan ketulusannya), melatih (dengan keterampilannya), menilai (dengan keobyektifannya) dan mengevaluasi (dengan kebijaksanannya), maka kita dapat menyimpulkan bahwa dari ketujuh tugas guru di atas, hanya ada dua yang bersifat keilmuan. 

Sementara itu, kelima tugas yang lain berhubungan dengan nilai moral dan karakter, seperti mendidik, membimbing, mengarahkan, menilai, dan mengevalusi.

Lebih jauh lagi, dalam Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 BAB II Pasal 6 menjelaskan tujuan guru, yaitu:
"Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab."

Dari tujuan tersebut, tampak jelas bahwa peran guru memang bukan hanya menjadikan muridnya menguasai materi pelajaran, melainkan memiliki nilai moral dan karakter yang menjunjung rasa nasionalisme.

Tujuan ini tak bisa diambil alih begitu saja oleh mesin dan teknologi karena  keduanya tidak memiliki kreativitas dan emosi untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri yaitu memanusiakan manusia. Sosok guru tetap dibutuhkan oleh murid-muridnya mulai dari senyumnya, sapanya, sentuhannya, nasehatnya, tegurannya, bahkan "marahnya" dirindukan oleh mereka. 

Wednesday, October 20, 2021

Mengatasi Murid Jenuh Belajar, Tips Guru Berto

Ilustrasi murid jenuh belajar

Sebuah hasil survei yang dilakukan Indiana University menunjukkan dua dari tiga siswa mengalami kejenuhan dalam kegiatan belajar mereka. Kejenuhan merupakan salah satu faktor yang menghambat keberhasilan seorang murid dalam proses pembelajaran. Seorang murid akan merasa jenuh jika cara mengajajar guru cenderung monoton atau tidak bervariasi. 

Sejatinya, murid butuh hal-hal yang baru seperti variasi belajar yang dapat melibatkan murid. Sehingga proses pembelajaran tidak dianggap sebagai beban tetapi menjadi aktivitas yang menyenangkan dan menantang. 

Variasi mengajar
Variasi mengajar dapat didefenisikan sebagai keterampilan guru dalam menggunakan beragam kemampuan untuk mencapai tujuan belajar yang juga sekaligus mengatasi kebosanan dan menimbulkan minat, gairah, dan belajar efektif.

Ada 4 jenis variasi mengajar yang bisa dipertimbangkan guru untuk diterapkan dalam proses pembelajaran, yaitu:
  • Variasi dalam gaya mengajar, penggunaan variasi yang berkaitan dengan gaya mengajar guru, misalnya variasi suara, gerak dan mimik, posisi guru, kesenyapan, kontak pandang, pemusatan perhatian dan sebagainya.
  • Variasi dalam penggunaan media, media yang dipgunakan harus bervariasi. Oleh karena itu, guru harus memiliki kemampuan dalam membuat dan memilih media sesuai dengan materi dan karakteristik murid yang diajar.
  • Variasi dalam penggunaan metode, metode juga disesuaikan dengan materi pelajaran dan karakteristik murid. Guru dapat menggunakan beberapa metode dalam satu proses pembelajaran.
  • Variasi dalam pola interaksi, merupakan variasi dalam menggunakan pola interaksi multi arah, yakni antara guru dengan murid, murid dengan guru atau murid dengan murid yang lain dan guru.
Baca juga: 4 Teori Belajar Yang Penting Untuk Guru Ketahui

Melibatkan murid
Untuk menghilangkan kejenuhan belajar selain variasi mengajar, proses pembelajaran juga harus menyenangkan. Mengutip Dave Maier dalam bukunya berjuul The Accelerated Learning mengatakan bahwa menyenangkan dalam keadaan gembira bukan berarti menciptakan suasana ribut dan hura-hura. 

Dalam hal ini kegembiaraan adalah bangkitnya minat, adanya keterlibatan penuh serta terciptanya makna, pemahaman (penguasaan materi yang dipelajari) dan nilai yang membahagiakan dalam diri murid. Harap diingat bahwa menciptakan kegembiraan atau pembelajaran yang menyenangkan lebih penting daripada teknik atau metode atau metode yang dipilih maupun digunakan.

Menyulap kelas jadi permainan
Kita dapat menyulap kelas jadi permainan dengan metode gamifikasi. Selain gamifikasi, ada juga metode lain yang menggunakan permainan dalam proses pembelajaran, yaitu game based learning. Pada game based learning, murid menggunakan permainan untuk mempelajari materi pelajaran tertentu, misalnya bermain Civilization untuk mempelajari materi sejarah atau video game Matematika untuk belajar operasi hitung. Sedangkan gamifikasi merupakan penggunaan teknik dan strategi permainan dalam proses pembelajaran tanpa harus menggunakan permainan tertentu.


Menjadi guru yang menyenangkan
Seperti murid, guru juga memiliki keunikan dan seni mengajar (teaching is an art) dalam menyajikan pembelajaran dan menghadapi murid di ruang kelas. Kedua hal ini merupakan modal penting untuk menciptakan situasi dan hal-hal baru selama proses pembelajaran. Konon, guru yang memiliki selera humor (sense of humor) dan cenderung disukai oleh para murid. 

Baca juga artikel mengenai guru adalah orang yang berani mengajar dan tidak berhenti mengajar dan artikel menarik lainnya guruberto.com

Saturday, October 16, 2021

Begini Ketentuan Terbaru Pelaksanaan Seleksi PPPK Guru Tahap 2

Iluatrasi PPPK Guru

Dear Calon PPPK Guru, Seleksi PPPK Guru Tahap 2 sudah di depan mata. Mengutip  pengumuman Nomor 4661/B/GT.01.00/2021 tentang Jadwal Tahapan Pelaksanaan Seleksi Guru ASN-PPPK Tahun 2021, pendaftaran dan pemilihan formasi akan dilaksanakan pada 24 s.d. 30 Oktober 2021. Sedangkan pengumuman daftar peserta seleksi kompetensi tahap 2, waktu dan tempat seleksi akan dilaksanakan pada 4 November 2021 dan seleksi kompetensi tahap 2 akan dilakukan pada 8 s.d. 12 November 2021.

Adapun peserta seleksi kompetensi PPPK Guru tahap 2, yaitu:
  • peserta PPPK Guru yang tidak lolos seleksi kompetensi PPPK Guru tahap 1
  • honorer THK-II
  • guru honorer di sekolah swasta yangt terdaftar di Dapodik, dan 
  • lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar di database

Pendaftaran dan Pemilihan Formasi
Untuk peserta yang tidak lolos seleksi kompetensi tahap 1 tetap harus melakukan pendaftaran sebagai peserta seleksi PPPK Guru Tahap 2. Khusus peserta yang tidak lolos seleksi kompetensi tahap 1 dapat
  • mengikuti registrasi seleksi PPPK Guru tahap 2 dengan menggunakan nilai seleksi kompetensi tahap 1 (tanpa tes), dan
  • mengikuti seleksi PPPK Guru Tahap 2 jika tidak puas dengan nilai yang didapat pada seleksi kompetensi tahap 1.
Bagi peserta yang tidak lolos seleksi kompetensi tahap 1 dapat memilih ulang formasi pada seleksi kompetensi tahap 2 dengan ketentuan harus tetap melamar formasi  di instansi yang sama (misal Guru Kelas tetap melamar di SD) dan sesuai dengan sertifikat pendidik dan/atau kualifikasi pendidikan yang sama. 

Sedangkan untuk peserta guru honorer di sekolah swasta dapat memilih formasi yang belum terisi untuk pertama kali. Sementara itu, bagi lulusan PPG dapat memilih formasi yang belum terisi untuk pertama kali atau memilih formasi sesuai dengan domisili.

Semua peserta seleksi PPPK Guru tahap 2 diperbolehkan untuk memilih sekolah induk maupun sekolah lain (bukan sekolah induk) asalakan masih dalam satu daerah kewenangan, misalnya Guru Kelas dan guru yang mengajar di SMP boleh memilih sekolah lain di kecamatan lain dalam 1 kabupaten sementara itu guru yang mengajar di SMA maupun SMK boleh melamar formasi di kabupaten lain dalam 1 provinsi.


Tidak Ada Afirmasi Untuk Guru Induk
Ketentuan lainnya yang berbeda pada pelaksanaan seleksi kompetensi tahap 2 dan 3, yaitu sudah tidak digunakan lagi afirmasi untuk Guru Induk. Pada seleksi kompetensi tahap 2, semua peserta berkompetisi untuk mendapatkan nilai tertinggi baik guru induk, guru swasta, guru non induk dan lulusan PPG maupun individu yang memiliki sertifikat pendidik yang belum mengajar.


Afirmasi
Pada seleksi PPPK Guru tahap 2, akan diberikan tambahan nilai/afirmasi  pada penilaian Kompetensi Teknis yang sama seperti pada seleksi PPPK Guru tahap 1 yang meliputi sertifikat pendidik, usia, disabilitas, dan guru honorer THK-II

Demikian pembahasan mengenai Ketentuan Terbaru Pelaksaan Seleksi PPPK Guru Tahap 2. Semoga bermanfaat. 

Tuesday, October 12, 2021

Tips dan Trik Lolos Seleksi PPPK Guru Tahap 2

Seleksi Kompetensi Tahap 2

Mengawali postingan ini, guruberto.com mengucapkan selamat kepada rekan guru honorer yang lulus seleksi kompetensi PPPK Guru tahap 1. Dan kepada rekan-rekan guru yang lain, mari tetap semangat dan memfokuskan energi serta konsentrasi untuk mengikuti kesempatan kedua dan ketiga seleksi PPPK Guru 2021.

Seleksi kompetensi PPPK Guru tahap 2 sudah di depan mata. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 5663/B/GT.01.00/2021, pelaksanaan seleksi PPPK Guru Tahap 2 dilaksanakaan pada 24 -30 Oktober 2021.  Adapun peserta seleksi kompetensi PPPK Guru tahap 2, yaitu:
  • peserta PPPK Guru yang tidak lolos seleksi kompetensi PPPK Guru tahap 1
  • honorer THK-II
  • guru honorer di sekolah swasta yangt terdaftar di Dapodik, dan 
  • lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar di database
Berikut ini guruberto.com bagikan tips dan trik lolos seleksi PPPK Guru tahap 2
1. Pilih Formasi Kosong atau Yang Sepi Peminat
Untuk peserta yang tidak lolos seleksi kompetensi tahap 1 dapat memilih ulang formasi pada seleksi kompetensi tahap 2. Sedangkan untuk peserta guru honorer di sekolah swasta dapat memilih formasi yang belum terisi untuk pertama kali. Sementara itu, bagi lulusan PPG dapat memilih formasi yang belum terisi untuk pertama kali atau memilih formasi sesuai degan domisili.

Pada saat memilih formasi, pilih formasi kosong (tak ada pelamar) maupun formasi yang yang sepi pendaftar yang tentunya sesuai dengan sertifikat pendidik dan/atau kualifikasi pendidikan. Biasanya daerah jauh dari tempat keramaian atau terpencil. Kita bisa melihat daftar formasi di daerah-daerah terpencil. 

Hindari memilih tempat ramai seperti perkotaan, dekat perkantoran atau kecamatan. Intinya daerah yang terpencil biasanya tidak memiliki pendaftar. Jika dalam formasi yang kita ikuti hanya ada kita sendiri, maka dipastikan peluang lolos seleksi jauh lebih besar.


2. Mengenali Materi dan Tipe Soal
Pada umumnya, soal seleksi kompetensi guru khususnya ujian kompetensi teknis termasuk jenis soal HOTS-Higher Order Thinking Skills (Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi) yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Soal ujian kompetensi teknis (kompetensi bidang dan pedagogi) dirancang untuk mengukur kemampuan tidak hanya pada di level memahami  saja namun mampu melakukan penalaran.

Tidak ada cara instan yag bisa kita lakukan untuk mengerjakan soal-soal HOTS seperti soal ujian kompetensi teknis. Dalam menghadapi soal kompetensi bidang, Bapak, Ibu bisa belajar soal-soal mata pelajaran yang berorientasi AKM maupun HOTS, misalnya buku-buku AKM SD maupun buku soal AKM SD. Sedangkan dalam menghadapi soal pedagogi, Bapak, Ibu bisa berlatih dari soal-soal pre test PPG maupun soal-soal pada modul-modul PPG serta dokumen-dokumen kurikulum yang berlaku saat ini.


Demikian dua tips dan trik lolos seleksi PPPK Guru tahap 2. Semoga bermanfaat. 

Sunday, October 10, 2021

Cara Melihat Formasi Kosong, Persiapan Seleksi PPPK Guru Tahap 2

Cek formasi kosong

Dalam Hasil Seleksi Kompetensi Pengadaan PPPK Guru 2021 dari Panitia Seleksi Nasional Pengadaan CASN 2021,kita dapat melihat nama peserta yang lulus maupun peserta yang tidak lulus. Kita juga dapat melihat sekolah yang formasinya kosong (formasi yang tak ada pelamar).

Selain itu, hasil seleksi PPPK Guru Tahap  1 juga memuat nilai ujian kompetensi yang terdiri dari kompetensi manajerial, sosio, dan wawancara serta total nilai sesudah ditambahkan afirmasi. Di kolom terakhir terdapat keterangan berupa kombinasi huruf dan angka, misalnya peserta Guru Berto diberi keterangan X-P1/L

Ini berarti Guru Berto merupakan peserta PPPK Guru Tahap 1 yang melamar di sekolah tempat Guru Berto mengajar yang memiliki sertifikat pendidik dan/atau  kualifikasi pendidikan sesuai dengan jabatan yang dilamar (X) dan Guru Berto memenuhi nilai ambang batas kategori 1 (P1) dan dinyatakan Lulus (L). 


Formasi Kosong
Seperti kita ketahui bahwa Seleksi PPPK Guru Tahap 1 diperuntukkan bagi guru honorer yang mengajar di sekolah induk. Nah, bagi Bapak, Ibu pelamar PPPK Guru yang melamar di sekolah non-induk dan dinyatakan Tidak Lulus meski memiliki hasil seleksi lebih tinggi harus bersabar. Persiapkan diri untuk ikut Seleksi PPPK Guru Tahap 2.


Bagi Bapak, Ibu yang harus mengikuti Seleksi PPPK Guru Tahap 2 bisa mengecek formasi kosong (formasi yang tidak ada pelamarnya) dan jumlah saingan pelamar di sekolah tertentu bisa berkunjung ke laman PPK Guru Kemdikbudristek di 

Berikutnya, Pilih Provinsi Untuk Mengunduh Data Hasil Seleksi Tahap 1, lalu Unduh Hasil Seleksi Tahap 1. Pada dokumen Hasil Seleksi Kompetensi Pengadaan PPPK Guru 2021 dalam format PDF, pilih Kabupaten/Kota, kemudian cari sekolah dengan formasi kosong seperti tampilan berikut.

Contoh formasi kosong

Jadwal Seleksi PPPK Guru Tahap 2
Sebagai penutup, berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 5663/B/GT.01.00/2021, pelaksanaan seleksi PPPK Guru Tahap 2 dilaksanakaan pada 24 -30 Oktober 2021

Demikian pembahasan cara melihat formasi kosong sebagai bagian dari persiapan seleksi PPPK Guru Tahap 2. Semoga bermanfaat.

Monday, September 27, 2021

Download Kartu Panitia (ID Card), Proktor, Teknisi, dan Pengawas ANBK 2021

ID Card Panitia ANBK 2021

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2021 sebentar lagi. AN 2021 dilaksanakan di satuan pendidikan pada wilayah yang diperbolehkan melaksanakan pembelajran tatap muka terbatas berdasarkan penetapan pemerintah dan dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Adapun jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional per jenjang di tahun 2021 untuk sekolah yang berada di wilayah yang menerapkan PTM Terbatas adalah untuk siswa kelas 11 SMK dan Paket C akan digelar dari tanggal 20 s.d. 23 September 2021.

Sementara, kelas 11 SMA akan mengikuti Asesmen Nasional dari tanggal 27 s.d. 30 September 2021. Lalu, untuk kelas 8 SMP dan Paket B dilaksanakan pada tanggal 4 - 7 Oktober 2021.  Untuk jenjang SD dan Paket A dilaksanakan pada tanggal 8 - 11 November 2021 dan 15 - 18 November 2021.

Pada postingan kali ini guruberto.com akan berbagi kartu atau ID Card untuk panitia Asesmen Nasional (AN) dalam format doc yang bis diedit sesuai dengan kebutuhan sekolah maupun madrasah masing-masing. Kartu panitia atau ID Card merupakan salah satu dokumen yang harus dipersiapkan dalam pelaksanaan asesmen. Kartu panitia berguna sebagai tanda pengenal para panitia selama pelaksanaan asesmen.


Adapun ID Card ini menggunakan logo Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Hal ini mengingat bahwa Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan adalah pengganti Badan Standar Nasional Pendidikan yang sudah dibubarkan beberapa waktu yang lalu. 

Bapak, Ibu Panitia AN 2021 bisa mendapatkan ID Card untuk panitia Asesmen Nasional (AN) dalam format doc di sini


Demikian pembahasan ID Card untuk panitia Asesmen Nasional (AN) dalam format doc. Semoga bermanfaat.