Friday, January 5, 2024

5 Langkah Menuju Sekolah Adiwiyata


Bapak Pendidikan, Ki Hadjar Dewantara pernah berkata bahwa sejatinya sekolah itu layaknya taman. Taman yang menyenangkan untuk belajar dan taman bermain. Hal ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang juga mendorong transformasi satuan pendidikan diantaranya menjadi tanggung jawab seluruh insan pendidikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, dan inklusif. Upaya yang dapat dilakukan dalam rangka mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan dan inklusif adalah menghadirkan program Adiwiyata

Mengutip Buku Sekolah Adiwiyata (Panduan Implementasi Adiwiyata Mandiri di Sekolah) dijelaskan bahwa secara etimologi, Adiwiyata berasal dari kata dalam bahasa Sansekerta, yakni "Adi" artinya besar, ideal, agung, dan sempurna. Sedangkan "Wiyata" artinya tempat yang bagus dan ideal untuk memperoleh segala ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam kehidupan sosial. Secara keseluruhan Adiwiyata bermakna sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yag dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Adapun tujuan program Adiwiyata adalah untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan yang utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah:
  1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
Komponen 1 dan 2 merupakan kewenangan dan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan kompponen 3 dan 4 merupakan kewenangan dan kebijakan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Program Adiwiyata bukanlah program khusus yang harus dilaksanakan oleh pihak sekolah. Mengutip Buku Panduan Adiwiyata, ada 5 (lima) langkah  menuju sekolah Adiwiyata, yaitu membentuk tim Adiwiyata sekolah, menyusun kajian lingkungan sekolah, menyusun rencana aksi lingkungan sekolah, melaksanakan kegiatan aksi lingkungan, dan terakhir adalah evaluasi  dan monitoring.

1. Membentuk Tim Adiwiyata Sekolah
Tim Adiwiyata sekolah harus mengandung unsur kepala sekolah, komite sekolah, guru, tenaga kependidikan (tata usaha), siswa, orang tua siswa, pemerintah setempat (kelurahan, kecamatan), perguruan tinggi, masyarakat sekitar termasuk juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Tim Adiwiyata sekolah sebaiknya terdiri dari tim inti dan tim teknis. Sebagai contoh, susunan tim Adiwiyata dapat mengacu pada ketentuan berikut.
Tim Inti:
  • Koordinator
  • Sekretaris
  • Bendahara
Tim Teknis
  • Kelompok Kerja Bidang Kebijakan
  • Kelompok Kerja Bidang Kurikulum
  • Kelompok Kerja Bidang Kegiatan Partisipatif
  • Kelompok Kerja Bidang Sarana Prasarana
Peranan dari tim Adiwiyata sekolah adalah untuk mengkoordinasikan tentang pelaksanaan program Adiwiyata, pengelolaan lingkungan di sekolah, pelibatan semua unsur warga sekolah, dan keterlibatan aktif dari seluruh siswa.

2. Menyusun Kajian Lingkungan Sekolah
Fungsi utama dari penyusunan kajian lingkungan adalah untuk mengetahui gambaran dan kondisi lingkungan sekolah (lingkungan dimana sekolah tersebut berdiri) saat ini yang perlu segera dilakukan langkah perbaikan. Selain itu, kajian lingkungan akan memberikan gambaran informasi tentang rencana akasi lingkungan yang akan dilakukan. Dengan menyusun kajian lingkungan, maka sekolah dapat menentukan arah yang jelas terhadap pelaksanaan program Adiwiyata, sehingga setiap sekolah tidaklah mungkin menghasilkan kajian lingkungan yang sama, dan tentunya tidak mungkin pula melaksanakan rencana aksi yang sama.

Penyusunan kajian lingkungan dapat dilakukan dengan cara:
  • Tim harus memastikan bahwa seluruh anggota bekerja sama sebaik mungkin untuk melaksanakan kajian, sebanyak mungkin siswa berpartisipasi dalam proses ini,
  • Kajian lingkungan oleh tim sekolah dapat dilakukan melalui sebuah instrumen checklist mencakup berbagai isu lingkungan yang terjadi di sekolah, misalnya:
  1. Sampah
  2. Air
  3. Energi
  4. Makanan dan kantin sekolah
  5. Keanekaragaman hayati
  6. (masalah lingkungan yang menjadi isu lingkungan di sekolah)
Dari isu lingkungan yang ada, sekolah dapat memfokuskan pada satu atau beberapa masalah yang akan ditetapkan menjadi fokus dalam melakukan rencana aksi lingkungan.
  • Kajian lingkungan dilakukan pada kurun waktu tertentu, misalanya dilakukan tahunan atau dua tahun sekali sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Hal tersebut dilakukan untuk mengukur dan mengevaluasi kemajuan kinerja tim sekolah.
3. Penyusunan Rencana Aksi Lingkungan
Rencana aksi harus dikembangkan berdasarkan hasil kajian lingkungan yang telah dilakukan. Dalam penyusunan rencana aksi lingkungan perlu diperhatikan bahwa sasaran yang ditetapkan realistis sesuai dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki dan dapat dicapai. 

Cara yang dapat dilakukan oleh sekolah dalam menyusun rencana aksi lingkungan adalah:
  • Penyusunan rencana aksi berangkat dari hasil kajian lingkungan yang telah dilakukan.
  • Pilihlah topik yang sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah dengan mempertimbangkan kemampuan dan tenggang waktu yang dimiliki (misalnya, sekolah ingin mengatasi permasalaha sampah sebagai kegiatan utama, maka semua sumber daya yang dimiliki sekolah diarahkan untuk mengatasi permasalahan tersebut).
  • Jika ada bagian yang tidak mampu diselesaikan oleh sekolah, maka perlu dicari cara bagaimana sekolah bekerja sama dengan pihak lain agar dapat mengatasinya (misalnya bekerja sama dengan dinas kebersihan untuk mengangkut sampah ke TPA).
  • Tetapkan siapa yang akan menjadi penanggung jawab setiap kegiatan (sedapat mungkin kegiatan harus melibatkan siswa).
  • Lakukan perencanaan terhadap alokasi dana yang dibelanjakan untuk setiap aktivitas yang dilakukan.

Rencana aksi lingkungan harus dideskripsikan ke dalam 4 komponen program Adiwiyata, yaitu komponen kebijakan, kurikulum, kegiatan partisipatif, dan sarana prasarana. Rencana aksi lingkungan inilah yang disebut sebagai program Adiwiyata.

4. Pelaksanaan Aksi Lingkungan
Setelah rencana aksi lingkungan tersusun dan didokumentasikan oleh sekolah, langkah selanjutnya adalah melakukan rencana aksi lingkungan. Pelaksanaan aksi lingkungan yang dilaksanakan sekolah mengacu pada 4 komponen program Adiwiyata, yaitu komponen kebijakan, kurikulum, kegiatan partisipatif, dan sarana prasarana.

Pelaksanaan aksi lingkungan harus dapat dibuktikan dengan dokumen otentik yang sah, seperti bukti perencanaan program, bukti daftar hadir dan berita acara, bukti silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, bukti akta kerjasama (Memorandum of Understanding), bukti hasil kegiatan siswa, bukti-bukti lain yang mendukung seperti foto, leaflet, dan sebagainya.

Khusus untuk sekolah Adiwiyata yang akan menuju Adiwiyata Mandiri di samping bukti otentik tersebut, harus juga dilengkapi dengan bukti otentik tentang akta kerjasama dan laporan kemajuan (progres report) dari hasil pembinaan/pengimbasan kepada 10 (sepuluh) sekolah lain yang menjadi kewenangannya.

5. Evaluasi dan Monitoring
Pada prinsipnya, evaluasi dan monitoring dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah tim Adiwiyata sekolah berhasil mencapai target yang tercantum dalam Rencana Aksi Lingkungan atau tidak, maka harus dilakukan pemantauan untuk mengukur kemajuan yang diharapkan. Proses evaluasi dan monitoring yang dilakukan terus menerus akan membantu untuk memastikan bahwa kegiatan ini tetap berkelanjutan. Pelaksanan evaluasi dan monitoring dapat dilakukan sendiri oleh pihak sekolah yang terbagi ke dalam evaluasi dan monitoring ketercapaian rencana aksi lingkungan dan evaluasi dan monitoring untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata.

Evaluasi dan monitoring untuk ketercapaian rencana aksi lingkungan yang dapat dilaksanakan oleh sekolah dengan menggunakan kuesioner dan survei untuk mengumpulkan data kemajuan kegiatan dengan melibatkan siswa dalam bentuk antara lain:
  • Melakukan pembacaan meter dan perhitungan tagihan energi untuk melihat perubahan kegiatan penghematan energi.
  • Menimbang sampah yang terkumpul untuk didaur ulang. Penimbangan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pengaruh kegiatan pengelolaan sampah.
  • Mendokumentasikan setiap tahap kegiatan (sebelum, selama, dan setelah) dalam bentuk foto-foto untuk membandingkan perubahan yang terjadi di sekolah.
  • Membuat daftar spesies (jika memungkinkan) sebelum dan setelah kegiatan untuk melihat pengaruh untuk menujukkan dampak kegiatan terhadap keanekaragaman hayati di sekitar sekolah.

Bukti-bukti fisik dalam kegiatan ini akan sangat membantu dalam evaluasi dan monitoring untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata. 


EmoticonEmoticon