Monday, June 7, 2021

Tak Sembarang Orang Bisa Jadi Guru

Photo by tanotofoundation.org

Banyak orang mengatakan "Jadi guru saja, kerjanya gampang, toh hanya mengajar". Sepintas, terlihat mudah kegiatan mengajar yang dilakoni guru tiap hari di ruang kelas. Sekadar menyampaikan materi pelajaran yang terambil dari buku siswa. Kiranya juga, mengajar tidak memerlukan pengetahuan renik yang bersifat teknis.

Alhasil, tersimpul anggapan: semua orang bisa menjadi guru. Namun demikian, menjadi seorang guru yang betul-betul "guru" bukanlah suatu pekerjaaan yang mudah. Guru itu merupakan suatu profesi yang didalamnya terdapat seperangkat kompetensi yang harus dikuaasai guru baik kompetensi profesional, pedagogik, pribadi maupun kompetensi sosial.

Untuk menjadi seorang guru yang berkemampuan dan kepedulian juga tidaklah gampang. Ia harus menguasai materi pelajaran, membuat perencaanan pembelajaran yang baik, melaksanakan pembelajaran dengan penuh kehangatan, melakukan penilaian dengan cara mendidik, mendiagnosis kesulitan belajar siswa dengan penuh rasa tanggung jawab.

Tidak hanya itu, guru juga dituntut untuk mempelajari perkembangan dan teknologiyang mutahir, sehingga ia tidak ketinggalan zaman. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru, ia pun harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku, termasuk menaati kode etik guru.  

Sejatinya, guru merupakan pekerjaan profesional; mengandaikan berpunya keahlian. Dengan kata lain, untuk bisa menyandang predikat guru dan kewenangan mengajar, terlebih dahulu berkewajiban melalui pendidikan dan pelatihan cukup panjang. Di situlah urgensi bahwa guru mutlak mengerti betul aneka teori pendidikan hingga pengetahuan pengajaran yang bersifat teknis-pragmatis.  

Pekerjaan Profesional
Photo by annualreport.rti.org

Guru adalah pekerjaan profesional dan memiliki tanggung jawab sosial. Suatu pekerjaan disebut profesional bila memiliki keahlian, yaitu kemampuan yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan cukup panjang sehingga orang lain tidak bisa melakukan pekerjaan tersebut tanpa melalui prosesnya.

Menjadikan guru sebagai pendidik profesional, tahapannya dilalui dengan proses sertifikasi yang bertujuan untuk mendapatkan sertifikat pendidik sebagai bukti keabsahannya guru tersebut profesional. Untuk menjadi guru saat ini tidak sembarang. Calon guru terlebih dahulu mengikuti program pendidikan profesi guru (PPG) sebelum benar-benar terjun ke sekolah. 

Tanggung jawab sosial
Photo by helpstay.com

Guru sebagai pekerjaan profesional juga memiliki tangggung jawab sosial. Seperti dokter dan tentara, guru pun memiliki tanggung jawab sosial.

Bila tidak memiliki tangung jawab sosial, maka keahlian yang dimilikinya bisa menghancurkan masyarakat. 

Guru bisa mengajarkan murid menjadi baik atau buruk. Dengan tanggung jawab sosial, guru akan bertanggung jawab mendidik sebaik-baiknya.

Pendidik adalah model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Secara teoritis, menjadi teladan merupakan bagian integral dari seorang guru. Menjadi guru berarti menerima tanggung jawab untuk menjadi teladan.  Memang setiap profsi mempunyai tuntutan-tuntutan khusus dan karenanya menolak berarti menolak profesi itu. 

Profesi menjadi guru atau seorang guru itu sendiri sampai saat ini masih dianggap eksis, sebab sampai kapan pun posisi dan peran guru tidak akan bisa digantikan, sekalippun dengan mesin paling canggih. 

Tugas guru menyangkut pembinaan sifat mental dan spritual manusia yang pasti melibatkan rasa dan renik-renik unik dalam raut kehidupan, sedangkan secanggih apapun mesin tidak akan memiliki rasa ini.

3 comments

🤩👍🏻 (Nasywa Mumtaz - Penulis Surabaya)

Waah 🤩 ( Altalitha - Penulis Surabaya )


EmoticonEmoticon