Wednesday, July 13, 2022

Memahami Kemerdekaan dalam Kurikulum Merdeka


Kurikulum Merdeka, apa dan siapa yang merdeka? Ada 2 (dua) konsep kunci dalam Kurikulum Merdeka, pertama merdeka belajar untuk peserta didik. Kedua, merdeka mengajar untuk para pendidik. 

Konsep Merdeka Mengajar dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ini merupakan gagasan Ki Hadjar Dewantara, yaitu gagasan pendidikan yang didasarkan pada asas kemerdekaan. 

Mari kita menilik konsep Merdeka Belajar menurut Ki Hadjar Dewantara, kemerdekaan dalam pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara bermakna tidak hidup terperintah, berdiri tegak karena kekuatan sendiri dan cakap mengatur hidupnya dengan tertib.

Merdeka Belajar
Merdeka Belajar bukan berarti merdeka dari belajar, bebas belajar atau tidak, dan bebas mengerjakan tugas atau tidak. Merdeka Belajar bermakna: 
  1. Belajar perlu melibatkan siswa dalam menentukan tujuan,
  2. Memberi pilihan cara dan 
  3. Melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar siswa.
Merdeka Belajar menekankan bahwa kendali belajar sejatinya bukan lagi pada pendidik tetapi pada peserta didik itu sendiri. Belajar itu milik peserta didik dan pendidik sepatutnya melibatkan peserta didik dalam mengatur jalannya proses pembelajaran. 

Ki Hadjar Dewantara juga menjelaskan tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setingi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh karena itu, seorang pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kodrat yang ada pada diri anak-anak agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya). Singkat kata, pendidik berperan untuk menggali, menunyun, serta mengembangkan bakat dan minat peserta didik, bukan mengubah apa yang peserta didik minati. 

Layaknya bunga, setiap bunga adalah indah. Teratai pada media air, mawar di cuaca panas dan kaktus di daerah kering. Berikanlah media dan pupuk yang sesuai kemudian tanam dan rawatlah. Kelak mereka akan tumbuh dan berkembang istimewa dengan ciri khas dan keunikannya masing-masing.

Pendidik harus mengenali karakteristik anak didiknya. Bahwa setiap anak memiliki kebutuhan belajar yang berbeda. Maka mereka harus diperlakukan secara berbeda pula.

Merdeka Mengajar
Merdeka Mengajar bukan berarti pendidik diberi kebebasan dalam proses pembelajaran. Akan tetapi sekolah, pendidik, dan peserta didik memiliki kebebasan dalam berinovasi dan bertindak dalam proses pembelajaran. Ini berarti proses pembelajaran tidak bersifat monoton dan pendidik mempunyai kebebasan melakukan berbagai variasi dalam proses pembelajaran. 

Dalam Merdeka Mengajar, pendidik tidak hanya mengajar tetapi melakukan refleksi untuk mengukur sejauh mana capaian pembelajarannya, apakah relatif tercapai atau tidak. 

Refleksi menjadi bagian proses pembelajaran yang terus menerus (continous learning) bagi pendidik. Dengan melakukan refleksi, pendidik dapat melihat permasalahan, situasi, dan kondisi pembelajaran dari berbagai perspektif sehingga dapat melakukan inovasi-inovasi kecil yang bermanfata dalam upaya mencerahkan proses pembelajaran. 

Artikel ini merupakan Aksi Nyata: Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar dalam Pelatihan Mandiri di Platform Merdeka Mengajar


EmoticonEmoticon